Masuk musim hujan, masih banyak orang ragu menggunakan solar water heater. Salah satu anggapan yang paling sering muncul adalah air tidak akan panas karena matahari jarang muncul. Tapi, apakah anggapan tersebut benar?
Faktanya, tidak sepenuhnya demikian.
Solar water heater tidak hanya mengandalkan terik matahari, tetapi juga memanfaatkan radiasi panas. Meski cuaca mendung atau hujan, sinar matahari tetap ada dan masih bisa diserap oleh kolektor. Karena itu, sistem ini tetap mampu memanaskan air, meskipun suhu yang dihasilkan bisa sedikit berbeda dibanding saat cuaca cerah.
Selain itu, sebagian besar solar water heater modern sudah dilengkapi tangki penyimpan panas (insulated tank). Tangki ini berfungsi menjaga suhu air tetap hangat lebih lama, bahkan ketika hujan turun seharian.
Pada kondisi tertentu, seperti hujan deras berhari-hari, pemanasan memang bisa berkurang. Namun, hal ini sudah diantisipasi dengan backup heater (listrik atau gas) pada beberapa tipe solar water heater. Jadi, kebutuhan air panas tetap terpenuhi tanpa mengganggu kenyamanan di rumah.
Di musim hujan, udara cenderung lebih dingin. Mandi air hangat jadi kebutuhan, bukan sekadar kenyamanan. Di sinilah solar water heater terasa manfaatnya karena mampu menyediakan air panas dengan lebih hemat energi dan ramah lingkungan.
Jawabannya, mitos. Solar water heater tetap berfungsi di musim hujan. Selama pemasangan dilakukan dengan benar dan menggunakan unit yang berkualitas, air panas tetap tersedia untuk kebutuhan sehari-hari.
Jika Anda ingin menggunakan solar water heater yang sesuai dengan kondisi rumah dan cuaca di Indonesia, Aneka HVAC siap membantu mulai dari konsultasi, pemilihan unit, hingga pemasangan.
👉 Hubungi Aneka HVAC sekarang dan rasakan kenyamanan mandi air hangat sepanjang musim hujan.